Oleh: Rody Dermawan | 26 Januari 2008

crack password di log on windows xp

untuk ngebuka komputer yang dipassword, lu bisa klik sini, trus download crack xp trus, yang pengen windowsnya jadi genuine, juga bisa!!!! download WinGenuineFixHacksActivateAIO di sini!!!

lu punya cd windows, tapi serial numbernya ilang???? buat nyari cd key dari cd master, coba yang ini, didi_didi_didi

yang mau ngedownload, sabar tunggu beberapa detik, terus liat di sebelah kanan agak ke bawah ada dowload file, klik and langsung download ke kompie kamu

Oleh: Rody Dermawan | 25 Januari 2008

Antivirus

buat temen-temen yang kompienya bermasalah dengan virus, bisa coba ANSAV. Antivirus lokal yang lumayan oke buat mbrantas virus-virus lokal dan virus interlokal (kaya telepon ya……… klik sini)

Oleh: Rody Dermawan | 2 Januari 2008

activation crack???

yang butuh crack activation untuk windows xp xome, sekarang bisa langsung download di sini   download

Oleh: Rody Dermawan | 18 Desember 2007

kafir, selalu menentang Agama Allah

10 CARA KAUM KAFIR MENENTANG RASULULLAH

 

Tidak tersamar atas kita, bahwa permusuhan kaum kuffar kepada Islam dan Rasulullah benar-benar sangat nyata. Mereka melakukan berbagai cara dan metodologi di dalam melakukan penentangan, penolakan dan tasykik (menyebarkan keragu-raguan) terhadap Islam. Diantara mereka di zaman ini yang sangat tampak melakukan penentangan ini adalah kaum atheis dan kafir yang berhimpun di bawah slogan ‘Freefaith’. Mereka memiliki situs-situs yang mencela dan menghujat Islam dan Nabi kaum muslimin. Metodologi mereka tidak berbeda dengan metodologi kaum kuffar musyrikin terdahulu. Termasuk juga dalam hal ini kaum Neo-Con -semoga Alloh tidak memperbanyak jumlah mereka dan menghinakan mereka-.

Berikut ini adalah 10 metodologi kaum kuffar untuk menentang Rasulullah dan Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Fadhilatusy Syaikh Mahdi Rizqullah Ahmad dalam buku beliau yang sangat anggun, As-Sirah An-Nabawiyah fii Dhau’il Mashadir Al-Ashliyah, Dirasah Tahliliyah. (Riyadh: Markaz Malik Faishal lilbuhuts , 1992, hal. 165-190.)

Setelah Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk melakukan dakwah jahriyah (terang-terangan) lewat firman-Nya,” Maka sampaikanlah olehmu segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (QS. 15:94), maka Rasulullah melakukan dakwah secara terang-terangan. Hal ini membuat kuffar Qurays membuat strategi baru untuk menghadang bahkan melumpuhkan dakwah Rasulullah. Diantara strategi dan metodologi mereka adalah sebagai berikut:

 

Pertama, Mempengaruhi paman Rasulullah Abu Thalib untuk menyuruh keponakannya berhenti dakwah. Namun Abu Thalib menolaknya dengan cara yang halus (Ibnu Hisyam, I/ 328). Demikian pula kaum kuffar sekarang, mereka mempengaruhi para pemimpin dan pelindung kaum muslimin untuk meninggalkan Islam atau minimal tidak melakukan pembelaan terhadap Islam

 

Kedua, Mengancam Abu Thalib dengan tidak akan menjadikannya pemimpin, apabila beliau tidak mampu menghalangi keponakannya. Ketika itu disampaikan kepada Rasulullah, beliau menjawab; “Wahai pamanku! Demi Allah, sekiranya mereka menaruh matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini, tidak akan aku lakukan sampai Allah memenangkan agama-Nya atau aku terbunuh karenanya” (Ibnu Hisam, I/ 329- dengan sanad yang dhaif dari sisi ilmu hadits).

Kaum kuffar pun melakukan hal yang sama. Mereka mengancam penguasa kaum muslimin supaya menghentikan dakwah atau minimal meminimalisir peran dakwah. Mereka ancam mereka dengan berbagai bentuk ancaman, mulai dari boikot, kudeta, dan lain sebagainya.

 

Ketiga, Melancarkan tuduhan keji kepada Rasulullah, diantaranya seperti menuduhnya dengan gila, Allah berfirman,” Mereka berkata:”Hai orang yang diturunkan al-Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. (QS. 15:6). Atau tukang sihir sebagaimana firman Allah ,” Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata :”ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”. (QS. 38:4). Atau pendusta, Allah berfirman,” Dan orang-orang kafir berkata:”al-Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. (QS. 25:4). Atau contekan dari agama sebelumnya, Allah berfirman,” Dan mereka berkata:”Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang”. (QS. 25:5). Atau menuduh pengikut Rasulullah orang yang sesat, Allah berfirman, ”Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat,” (QS. 83:32).

Demikian pula kaum kuffar di zaman ini, mereka menuduh kaum muslimin dengan tuduhan keji, mulai dari teroris, radikalis, fundamentalis dan selainnya.

 

Keempat, Meneror pengikut Rasulullah dengan sukhriyah (hinaan), istikhza’ (makian), gamadz (cibiran), al-dahk (tertawa) dan bentuk-bentuk penghinaan lainnya. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Apabila orang-orang beriman berlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. (QS. 83:29-30). Diantara tokoh pengejek yang terkenal adalah al-Aswad bin Abdul Muttalib, Walid bin Mugirah, al-Ash bin Wa’il dan lainnya.

Di zaman ini keadaan pun tidak jauh berbeda. Kaum kuffar, zindiq dan munafiq melakukan hal yang sama. Mereka menuduh kaum muslimin dengan tuduhan keji dan mencibir mereka.

 

Kelima, Tasywisy (membuat keributan dan keonaran) terutama ketika sahabat mendengar bacaan al-Qur’an, Allah berfirman, ”Dan orang-orang yang kafir berkata:”Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26).

Mereka -kaum kuffar- di zaman ini pun juga suka membuat tasywisy, dengan segala media dan sarana yang ada, baik itu media cetak maupun elektronik, yang nota bene merekalah yang dominan di dalam mengatur semua media dan sarana-sarana ini.

 

Keenam, Menantang Rasulullah untuk melakukan mu’jizat di luar batas kemanusiaan, sebagaimana firman Allah, ”Dan mereka berkata:”Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami. Atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca“. Katakanlah:”Maha suci Rabbku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul”. Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka:”Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul” (QS. 17:90-94).

 

Ketujuh, Al-Musaawamaat (Kompromi) dengan sama-sama meninggalkan agama masing-masing, atau saling menyembah agama atau tuhan, sehingga Allah menurunkan surat al-Kafirun. Mereka juga pernah menyerahkan Imarah bin al-Walid bin Mugirah kepada Abu Thalib supaya ia menyerahkan Rasulullah kepada mereka untuk dibunuh. Tetapi hal itu ditolak mentah-mentah oleh Abu Thalib.

 

Kedelapan, Mencela al-Qur’an dan kedudukannya, Allah berfirman, ”dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (QS. 17:110). Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata: “Sebab turun ayat ini adalah apabila Rasulullah shalat beliau membaca ayat dengan suara keras. Ketika itu didengar oleh orang musyrikin mereka menghina dan mencaci al-Qur’an maka diperintahkan untuk merendahkan suaranya”.

 

Kesembilan, Targhib (iming-iming) dan tarhib (ancaman). Salah satu bentuk iming-iming itu adalah apa yang dilakukan oleh Utbah bin Rabi’ah ketika mendatangi Rasulullah dan berkata; “Wahai anak pamanku, kalau kamu menginginkan harta kami akan mengumpulkannya untukmu sehingga kamu menjadi orang yang terkaya diantara kami, kalau kamu menginginkan jabatan akan saya jadikan pemimpin di antara kami, dan jika yang menimpamu itu penyakit yang tidak bisa kamu obati akan saya datangkan seorang dokter yang ahli untukmu sampai kamu sembuh.” Setelah Utbah selesai bicara Rasulullah membacakan ayat, ”Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan kaum Tsamud”. (QS. 41:13). Adapun ancamannya seperti yang dilakukan oleh Abu Jahl dengan mendatangi orang-orang yang beriman. Kalau dia seorang pedagang, dia katakan bahwa dengan Islammu kamu akan bangkrut dan lainnya (Ibnu Hisyam, I/ 395).

 

Kesepuluh, Penyiksaan badan, seperti yang dilakukan oleh Uqbah bin Abi Mu’aith yang menaruh selendangnya di leher Rasulullah yang sedang shalat dan menariknya dengan keras kemudian dilarang oleh Abu Bakar (HR.Bukhari dari Abdullah bin Umar). Abu Jahal juga menyuruh orang untuk menaruh ari-ari onta yang baru melahirkan di pundak Rasulullah yang sedang shalat (HR.Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud). Begitu juga yang dialami oleh sahabat seperti penyiksaan keluarga Yasir oleh Bani Makhzum, Bilal bin Rabah oleh Umayyah bin Khalaf, Khabbab bin al-Arts oleh Bani Dzahrah dan lainnya.

 

Begitulah cara-cara musuh Allah dalam memusuhi kekasih Allah yang mendakwahkan agama Allah. Dan hal ini akan senantiasa terjadi atas orang yang meniti jalan dakwah ini hingga saat ini, bahkan hingga menjelang hari kiamat kelak. Apakah kita sudah siap untuk menghadapi dan menjalaninya? Semoga Allah memberikan kita keteguhan dan keistiqamahan, Amin!.

Oleh: Rody Dermawan | 18 Desember 2007

Wifi, wimax, cikal bakal internet gratis

3G dan Wimax, Antara Suara dan Data  


JAKARTA-Istilah 3G dan WiMAX sudah tak asing lagi di telinga kita. Tapi tak banyak yang paham apa arti sesungguhnya. Kenapa 3G bisa lebih mudah diterima ketimbang WiMAX?

Ponsel-ponsel keluaran anyar kini banyak yang mengklaim sebagai ponsel 3G. Tak banyak yang awam paham soal istilah ini. Yang mereka tahu, 3G akan jauh lebih canggih daripada ponsel 2G atau 2,5G. 3G adalah kependekan dari third-generation technology, sebuah teknologi seluler dengan kecepatan minimal transmisi sekitar 2 megabytes per detik (2Mb/s).
Evolusi 3G untuk teknologi seluler GSM adalah WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access), sedangkan untuk teknologi selular CDMA, evolusinya adalah variannya seperti CDMA 2000 EV-DO (Evolution Data Only). Ini artinya, pengguna ponsel dapat melakukan konferensi video secara multipartai dari beberapa lokasi berbeda, baik domestik maupun internasional.
Dengan begitu, adegan futuristik berbincang dan bertatap muka di telepon yang ada di film fiksi ilmiah bukan lagi impian belaka. Saat ini ada dua operator seluler yang sudah mulai mengimplementasikan 3G, Excelcomindo dan Telkomsel.

3G dan WiMAX
Di samping 3G, ada lagi teknologi masa depan yang disebut Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).
Beda dengan 3G, WiMAX ini lebih memfokuskan pada layanan data pada akses Internet, bukan seluler.
Teknologi 3G ini lebih mudah berpenetrasi ke Indonesia, sebab memang sudah jelas pelaku bisnis dan perantinya pun lebih terjangkau.
“Sebenarnya bukan hanya di Indonesia, tapi juga di semua negara, 3G diperkenalkan lebih dulu daripada WiMAX,” ungkap Mas Wigrantoro Roes Setiadi, praktisi telekomunikasi Indonesia kepada SH di Jakarta, Rabu (27/9). “Tidak heran 3G lebih mudah diimplementasikan, sebab memang sejak awal mengarah ke industri ke yang sudah mapan, yakni operator seluler.”
Basis teknologi 3G adalah suara, sedangkan WiMAX adalah data. Teknologi suara di semua negara di dunia sudah diadopsi dengan baik dan pemerintah setiap negara juga sudah cukup siap dengan kebijakannya. Sementara itu, WiMAX yang berbasis data masih dianggap belum cukup mapan diadopsi oleh banyak negara, baik teknologi maupun kebijakannya.

Frekuensi
Sampai saat ini, Indonesia juga belum siap untuk mengimplementasikan WiMAX. Menurut Mas Wig, ada beberapa kendala dalam menjalankan WiMAX di negeri kita.
Pertama adalah masalah penentuan frekuensi yang belum jelas. Kalaupun sudah jelas mau bermain di frekuensi berapa, belum pasti pula bagaimana prosedur pemberian frekuensi itu.
“Cukup banyak padahal pihak yang berminat pada bisnis WiMAX ini. Ada sekitar 50-an perusahaan yang mengincar,” papar Mas Wig.
Yang jelas, perlu ditegaskan lebih jauh apakah WiMAX dapat membantu meningkatkan penetrasi Internet di Indonesia. Jika pertanyaan itu dapat terjawab beserta detail-detailnya, baru pemerintah beserta pengusaha, vendor dan masyarakat dapat menentukan prosedur pemberian izin WiMAX.
Memang menjalankan WiMAX tak semudah menjalankan teknologi 3G. Ini erat pula kaitannya dengan gaya hidup orang Indonesia. Seperti kita tahu, orang Indonesia lebih mudah tertarik dengan kecanggihan ponsel daripada Internet.
Di balik semua kendala kebijakan, penentuan frekuensi, kendala ekonomis juga harus diperhitungkan. Akses Internet identik dengan peranti-peranti mahal dan rumit seperti komputer, modem, server, dan sebagainya.
Sementara itu, teknologi seluler yang sesungguhnya juga tak kalah rumit mampu diwakili oleh satu peranti mungil yang bisa dibawa-bawa, ponsel?

Oleh: Rody Dermawan | 14 Desember 2007

Yahoo Mail – didi_oke2000@yahoo.com

Yahoo Mail – didi_oke2000@yahoo.com

Oleh: Rody Dermawan | 13 Desember 2007

Virus Komputer…?????

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer (terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis keluarga Windows (Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Servicepack 1, Windows XP Servicepack 2) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti CPU Time, penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut.

Contoh virusnya adalah Worm, Trojan, dll. Contoh antivirus yang bisa diandalkan dan menangkal virus adalah KasperSky, AVG, Norton, Norman, dan McAfie dan Ansav (salah satu antivirus lokal yang handal) ansav.com

Oleh: Rody Dermawan | 13 Desember 2007

Betawi

betawi Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi sebenarnya berasal dari kata “Batavia,” yaitu nama kuno Jakarta yang diberikan oleh Belanda.

Kebudayaan

Artikel utama: Suku Betawi Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tiongkok, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab,dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an.Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Mereka adalah hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu.

Perilaku dan Sifat

Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan dan teknologi. padahal tidak sedikit orang betawi yang berhasil. sebut saja Muhammad Husni Thamrin, Benyamin S, bahkan hingga Gubernur Jakarta saat ini, Fauzi Bowo.Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain Jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun terkadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. orang betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat betawi sangat menghargai pluralisme. hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat betawi dan pendatang dari luar Jakarta.Orang betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). namun tetap ada optimisme dari masyarakat betawi generasi mendatang yang justreu akan menopang modernisasi tersebut.

Etimologi

Nama Jakarta dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta. Nama ini diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) setelah merebut pelabuhan Sunda Kelapa dari Kerajaan Sunda pada tanggal 22 Juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah “kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha” dari bahasa Sansekerta jayakta (Dewanagari जयकृत). Nama lain atau sinonim “Jayakarta” pada awal adalah “Surakarta”.[3]

Sejarah

Peta Batavia (sekarang Jakarta) tahun 1888Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibukota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kalapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kalapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti ibu kota) dalam tempo dua hari.[2] Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibukota Tarumanagara yang disebut Sundapura.Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.Orang Eropa pertama yang datang ke Jakarta adalah orang Portugis. Pada abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ada di Malaka untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa sebagai perlindungan dari kemungkinan serangan Cirebon yang akan memisahkan diri dari Kerajaan Sunda. Upaya permintaan bantuan Surawisesa kepada Portugis di Malaka tersebut diabadikan oleh orang Sunda dalam cerita pantun seloka Mundinglaya Dikusumah di mana Surawisesa diselokakan dengan nama gelarnya yaitu Mundinglaya. Namun sebelum pendirian benteng tersebut terlaksana, Cirebon yang dibantu Demak keburu menyerang pelabuhan tersebut. Orang Sunda menyebut peristiwa ini tragedi karena penyerangan tersebut membungihanguskan kota pelabuhan tersebut dan membunuh banyak rakyat Sunda disana termasuk sahbandar pelabuhan. Penetapan hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni adalah berdasarkan tragedi penaklukan pelabuhan Sunda Kalapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 dan mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti “kemenangan”.Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16 dan pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Dalam masa Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. Lihat Batavia.Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan tahun 1949.Semenjak dinyatakan sebagai ibukota, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua. Berbagai kantung pemukiman kelas menengah baru kemudian berkembang, seperti Rawamangun, Pejompongan, serta Kebayoran Baru. Pusat-pusat pemukiman juga banyak dilakukan secara mandiri oleh berbagai kementerian dan institusi milik negara lainnya (dikenal dengan awalan “kompleks”).

« Newer Posts

Kategori